PEMALANG – Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, mengawal langsung dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Pemalang dengan menjadi responden pertama yang didata. Proses pendataan awal ini dilakukan secara resmi oleh petugas lapangan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pemalang di Peringgitan Kantor Bupati Pemalang. Langkah ini menjadi bentuk komitmen nyata jajaran pemerintah daerah dalam mendukung pemutakhiran basis data ekonomi yang valid.
Usai didata, Bupati menegaskan bahwa akurasi data merupakan pilar paling krusial dalam perencanaan dan eksekusi program pembangunan daerah. Menurutnya, tanpa dukungan data yang valid, kebijakan yang diambil pemerintah berisiko salah sasaran dan tidak mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Ia menyebut SE2026 sebagai momentum emas bagi Kabupaten Pemalang untuk memetakan arah kebijakan ekonomi ke depan.
“Kunci dari efektivitas program pemerintah adalah akurasi data. Sensus Ekonomi 2026 adalah momentum kita bersama untuk menyusun arah kebijakan ekonomi Kabupaten Pemalang ke depan. Data akurat akan menghindarkan kita dari program pembangunan yang salah sasaran,” tegas Anom Widiyantoro.
Oleh karena itu, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari warga biasa hingga para pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan skala besar untuk ikut mengawal jalannya sensus ini. Ia mengimbau agar masyarakat menyambut baik kehadiran petugas lapangan BPS yang datang secara door-to-door atau dari pintu ke pintu dengan mengenakan atribut resmi.
“Mari kita terima kehadiran petugas sensus dengan tangan terbuka, serta berikan informasi yang benar, lengkap, dan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Jangan ragu, karena data yang akurat akan membawa Pemalang ke era ekonomi yang lebih maju,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pemalang, Teguh Iman Santoso, menyatakan bahwa dukungan penuh dan pengawalan langsung dari Bupati Pemalang memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi sekitar 1.500 petugas lapangan yang dikerahkan. Terhitung mulai pertengahan Juni hingga 31 Agustus 2026, ribuan petugas tersebut akan menyisir seluruh aktivitas usaha di 14 kecamatan se-Kabupaten Pemalang.
Teguh menjelaskan bahwa SE2026 dirancang untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai aktivitas usaha di Indonesia, baik sektor konvensional maupun yang sudah bertransformasi ke arah digital. Output data ini nantinya akan menjadi cetak biru (blueprint) penting bagi penyusunan kebijakan ekonomi yang presisi, adaptif, dan berkelanjutan, baik di tingkat regional maupun nasional.
Langsung ke konten


















