Lebih dari Sekadar Hobi: Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan dan Kepedulian Lingkungan di Pemalang

Lebih dari Sekadar Hobi: Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan dan Kepedulian Lingkungan di Pemalang
banner 120x600
banner 468x60

PEMALANG — Memasak dan membuat kerajinan sering kali hanya dipandang sebagai kegemaran pengisi waktu luang. Namun, di tangan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pemalang, hobi bertransformasi menjadi sarana pemberdayaan diri, penumbuh jiwa kewirausahaan, sekaligus wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan.

Filosofi inilah yang menjadi napas utama dalam Pelatihan Ecoprint dan Pelatihan Tata Boga yang digelar di Pendopo Kabupaten Pemalang dan Gedung Sasana Bhakti Praja, Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang menyasar anggota Pokja II TP PKK Kecamatan, Desa Binaan PKK 2026, serta perwakilan Desa Miskin Ekstrem ini tidak sekadar mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga mengubah pola pikir masyarakat.

Saat membuka acara secara resmi, Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, dr. Noor Faizah Maenofie, menekankan pemaknaan literasi yang lebih aplikatif. Menurutnya, literasi bukan sekadar kemampuan mengeja atau menamatkan bacaan, melainkan bagaimana pengetahuan itu dihidupkan dalam keseharian.

“Setelah membaca, misalnya membaca resep atau cara membuat ecoprint, tahap berikutnya adalah mengaplikasikan apa yang telah dipelajari menjadi kegiatan nyata yang bermanfaat,” tegas Faizah.

Ia memaparkan bahwa hobi yang ditekuni secara serius memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi keluarga. Dalam kelas tata boga, Faizah menanamkan nilai filosofis di balik sebuah sajian. Ia menyoroti pentingnya plating atau seni penataan makanan, yang bukan sekadar trik pemasaran, melainkan bentuk penghormatan dan penyampaian kesan positif kepada siapa pun yang menikmatinya.

Gagasan pemberdayaan ini sejalan dengan visi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dinpusarda) Kabupaten Pemalang. Kepala Dinpusarda, Edy Susilo Temu Raharjo, menyebutkan bahwa perpustakaan masa kini adalah ruang belajar sepanjang hayat yang menjunjung tinggi konsep “literasi pascabaca”.

“Melalui pelatihan ini, masyarakat didorong agar mampu mengolah pengetahuan yang diperoleh dari membaca menjadi keterampilan yang bernilai,” jelas Edy.

Pada sesi ecoprint, nilai ekologis menjadi sorotan utama. Ketua Pokja II TP PKK Kabupaten Pemalang, Purwati Aris Ismail, melaporkan bahwa pembuatan ecoprint dirancang untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam melalui pemanfaatan bahan-bahan organik di sekitar lingkungan.

Untuk memastikan karya yang dihasilkan memiliki daya saing, Edy Susilo juga mendorong para peserta untuk menciptakan motif ecoprint yang lebih terencana, sehingga tidak hanya indah sebagai karya seni, tetapi juga layak jual saat diaplikasikan menjadi pakaian atau produk kerajinan lainnya.

Melalui bimbingan langsung dari para praktisi dan ahli, pelatihan ini diharapkan menjadi titik tolak bagi para kader PKK. Tidak sekadar membawa pulang ilmu, mereka dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan yang menularkan semangat kemandirian, membangun ekosistem wirausaha kecil yang kuat, dan menjaga kelestarian lingkungan mulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga.

banner 325x300
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *