Deskripsi gambar

Di Tengah Kepungan Bencana, HPN ke-80 di Pemalang Dirayakan Khidmat dengan Sentuhan Budaya

Di Tengah Kepungan Bencana, HPN ke-80 di Pemalang Dirayakan Khidmat dengan Sentuhan Budaya
Di Tengah Kepungan Bencana, HPN ke-80 di Pemalang Dirayakan Khidmat dengan Sentuhan Budaya
banner 120x600
banner 468x60

PEMALANG – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-80 di Kabupaten Pemalang berlangsung khidmat meski digelar di tengah suasana duka akibat rentetan bencana alam yang melanda wilayah tersebut.

Acara yang dikemas dalam bentuk Sarasehan dan Apresiasi Budaya Pentas Wayang Dalang Cilik ini digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja pada Senin (16/2/2026). Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, hadir langsung untuk memberikan apresiasi kepada insan pers yang dinilai konsisten menjaga kondusivitas informasi di daerah.

banner 325x300

Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya karena harus memantau titik bencana sejak pagi hari. “Alam benar-benar sedang menguji kita. Jembatan roboh di Bodeh dan banjir di Comal menuntut perhatian penuh, namun semangat rekan-rekan pers merayakan HPN dengan kesederhanaan dan budaya patut diapresiasi,” ujarnya.

Nurkholes menegaskan bahwa selama satu tahun kepemimpinannya, pers berperan krusial dalam pembangunan. Berbagai masukan konstruktif dari wartawan membantu pemerintah menjalankan program prioritas tanpa terganggu oleh disinformasi.

“Alhamdulillah, tidak ada hoaks yang merusak. Teman-teman pers membantu kami memegang kendali informasi yang sehat di Pemalang,” tambah Nurkholes. Ia juga memaparkan realisasi anggaran infrastruktur jalan yang melonjak dari Rp90 miliar menjadi hampir Rp160 miliar pada 2025 untuk program “Jalan Halus Merata”.

Ketua PWI Pemalang, Ali Basarah, menjelaskan bahwa HPN 2026 mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat dengan Bangsa Kuat”. Ia menekankan pentingnya sejarah PWI yang lahir sejak 1946 sebagai tonggak profesionalisme jurnalis Indonesia.

Acara diakhiri secara simbolis dengan penyerahan tokoh wayang Bima kepada dalang cilik Ki Narendra Hang EsHan, menandai dimulainya pagelaran budaya sebagai wujud sinergi antara informasi modern dan nilai kearifan lokal.

banner 325x300
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *