**SMP Negeri 4 Kabupaten Pemalang Gelar Halal Bihalal dengan Format Hybrid: Tatap Muka dan Daring**
RadarsindoPemalang.com – PEMALANG -Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan memaknai momentum Idul Fitri 1447 H, SMP Negeri 4 Kabupaten Pemalang menggelar acara Halal Bihalal yang diadakan secara hybrid, yakni menggabungkan pertemuan tatap muka terbatas dengan partisipasi daring bagi siswa, guru, dan orang tua/wali murid. Acara yang bertema “Memperkuat Ukhuwah di Era Digital” ini berlangsung pada Sabtu (28 Maret 2026) di aula lapangan volly sekolah.
Kepala SMP Negeri 4 Kabupaten Pemalang, bpk. Hadi Harnoto dalam sambutannya menyampaikan bahwa sekolah smp N 4 mau mengadakan darling karna ruangan kelas mau diperbaiki yg kondisi rusak, kegiatan ini merupakan wujud komitmen sekolah dalam menjaga tradisi silaturahmi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. “Di tengah keterbatasan ruang dan waktu, kita harus tetap bisa bersilaturahmi. Format hybrid ini memungkinkan seluruh keluarga besar SMPN 4, termasuk yang berada di luar daerah atau memiliki kendala hadir langsung, untuk tetap terhubung,” ujarnya.
Acara diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, serta pembacaan do’a dari bpk. Ustadz Akhsanul Arifin , serta minal aidzin wal faizin karna dalam rangka lebaran yang mengangkat pentingnya memaknai maaf dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di dunia nyata maupun di dunia digital. Tidak ketinggalan, sesi permohonan maaf lahir dan batin dilakukan secara simbolis oleh perwakilan guru, wali murid dan komite sekolah, bpk. Andi rustono diikuti oleh seluruh peserta baik yang hadir langsung maupun melalui layar.
Dalam sambutan dari komite “Kami sangat mengapresiasi inisiatif sekolah. Sebagai orang tua yang bekerja di luar kota, saya tetap bisa merasakan kebersamaan ini , wali murid kelas 7, yang mengikuti acara secara daring.
Di sisi lain, acara tatap muka di sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan dengan kapasitas terbatas, dihadiri oleh perwakilan , dewan guru, staf, serta pengurus komite sekolah.
- Kegiatan ini mendapat respons positif dari berbagai pihak. Selain memperkuat hubungan antarwarga sekolah, halal bihalal hybrid ini juga menjadi contoh pemanfaatan teknologi untuk kegiatan sosial-keagamaan di lingkungan pendidikan. Diharapkan, tradisi silaturahmi seperti ini dapat terus dilestarikan dengan cara-cara yang relevan dengan kondisi zaman. (Hrm)
Langsung ke konten


















