PEMALANG – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro meminta masyarakat untuk tidak merasa takut maupun ragu dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan dan kegiatan pelacakan (tracing) penyakit Tuberkulosis (TBC). Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Tracing TBC Terintegrasi yang dipadukan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kantor Kelurahan Mulyoharjo, Senin (27/7/2026).
Anom menegaskan, kehadiran petugas kesehatan di tengah masyarakat bukan untuk memberikan stigma, melainkan untuk mendeteksi potensi penularan sejak dini agar penanganan medis dapat segera dilakukan.
“Jangan takut diperiksa. Datang untuk tracing bukan berarti pasti menderita TBC. Justru dengan pemeriksaan, penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga penanganannya lebih cepat dan peluang sembuh semakin besar,” kata Anom di hadapan para peserta sosialisasi.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar sebagai salah satu negara dengan beban kasus TBC yang tinggi. Oleh sebab itu, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri menjadi kunci utama dalam memutus rantai penyebaran infeksi paru-paru tersebut.
“Kita ingin menemukan penderita TBC sedini mungkin agar segera mendapatkan pengobatan. Negara hadir bukan hanya untuk menemukan, tetapi juga memastikan pasien menjalani pengobatan sampai sembuh,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti pentingnya kedisiplinan para penderita TBC dalam mengonsumsi obat. Menurutnya, proses pengobatan TBC membutuhkan waktu serta konsistensi penuh agar tidak memicu kekebalan bakteri.
“Pengobatan TBC harus sampai selesai, jangan berhenti di tengah jalan meskipun sudah merasa sehat. Dibutuhkan disiplin serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan agar pasien benar-benar sembuh,” tegas Anom.
Sebagai bentuk komitmen dalam memperluas jangkauan layanan dasar masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pemalang menyandingkan program tracing ini dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Melalui Cek Kesehatan Gratis, masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara mudah dan tanpa biaya. Ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tambah Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang Wiji Mulyati mengungkapkan, program Tracing TBC Terintegrasi ini ditargetkan menyasar 239 titik lokus yang tersebar di wilayah kerja 25 puskesmas mulai Juli hingga November 2026.
Langkah masif ini diambil menyusul tren peningkatan positif pada capaian investigasi kontak TBC di Kabupaten Pemalang, yang melonjak dari sekitar 17 persen pada tahun 2021 hingga mendekati angka 30 persen saat ini.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menemukan kasus TBC sedini mungkin agar penderita segera mendapatkan pengobatan, mempercepat proses penyembuhan, sekaligus mencegah penularan di lingkungan sekitarnya,” terang Wiji.
Adapun Kepala Puskesmas Mulyoharjo Nofie menambahkan, Kelurahan Mulyoharjo menjadi lokasi perdana pelaksanaan program dari total 16 lokus di wilayah kerjanya. Setiap lokus diproyeksikan menjaring 100 peserta skrining, terutama bagi warga yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC.
Rangkaian pemeriksaan meliputi skrining awal, dilanjutkan dengan uji dahak maupun pemeriksaan X-ray mobile apabila ditemukan indikasi medis. Bagi warga yang terkonfirmasi positif, Dinas Kesehatan memastikan ketersediaan paket obat-obatan TBC secara gratis hingga masa pengobatan usai.


















