PEMALANG – Upaya memperkuat pertahanan masyarakat di wilayah rawan bencana terus digalakkan. Kementerian Sosial RI bersama Pemerintah Kabupaten Pemalang resmi membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Pemalang, pada Jumat (15/05/2026).
Langkah taktis ini dibuka langsung oleh Ketua Pokja Kesiapsiagaan dan Mitigasi Kemensos RI, Taufik Saeful Rahman, di Balai Desa Penakir. Sebagai tanda dimulainya pembekalan, Sekretaris Dinsos KBPP Pemalang Supadi bersama Camat Pulosari Arif Senoaji menyematkan atribut pelatihan kepada perwakilan dari 60 peserta yang hadir.
Taufik Saeful Rahman menjelaskan bahwa inisiasi KSB ini menjadi pembuktian bahwa warga Kecamatan Pulosari merupakan masyarakat yang tangguh. Melalui program ini, kapasitas mitigasi mandiri warga diharapkan melonjak drastis.
Sementara itu, Sekretaris Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang, Supadi, memaparkan bahwa Desa Penakir menjadi titik ketiga peluncuran KSB di Pemalang, menyusul Watukumpul dan Ulujami. Jika Watukumpul diwaspadai karena longsor dan kekeringan, maka penunjukan Desa Penakir di Pulosari ini dilatarbelakangi oleh riwayat banjir bandang yang sempat menelan korban jiwa serta merusak infrastruktur.
“Kita belajar dari peristiwa banjir bandang tak terduga di Penakir yang memakan korban. Kehadiran KSB bentukan Kemensos ini ditujukan agar para relawan lokal bisa bergerak lebih cepat, tanggap, dan taktis saat terjadi kondisi darurat,” urai Supadi.
Merespons program tersebut, Camat Pulosari, Arif Senoaji, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak Kemensos dan Pemkab Pemalang. Ia berharap pembekalan ini melahirkan sistem kesiapsiagaan yang matang di wilayahnya.
“Kami sangat berterima kasih. Lewat wadah KSB ini, insyaallah masyarakat Pulosari akan jauh lebih siap, sigap, dan tanggap dalam menghadapi segala potensi risiko bencana alam yang bisa datang kapan saja,” pungkas Arif.
Langsung ke konten


















