PEMALANG – Ancaman bagi masa depan generasi muda tidak hanya datang dari bahaya fisik seperti pergaulan bebas dan obat-obatan terlarang, tetapi juga dari dunia digital yang berada tepat di genggaman tangan. Menjawab tantangan tersebut, ratusan siswa SMP Negeri 5 Comal diajak bentengi diri dari bahaya narkoba, kekerasan, serta dampak negatif media sosial melalui kegiatan Satpol PP Goes To School pada Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pemalang ini dikemas interaktif untuk menanamkan nilai-nilai karakter dasar sekaligus kesadaran hukum bagi para pelajar SMP, yang saat ini berada di fase krusial pembentukan jati diri.
Melalui penyuluhan ini, para siswa diingatkan bahwa jalan menuju prestasi tidak akan pernah sejalan dengan tindakan merusak diri. Aiptu Aris Widiyanto dari Unit Binmas Polsek Comal menegaskan pentingnya keberanian pelajar dalam menolak berbagai bentuk tekanan teman sebaya, mulai dari perundungan (bullying), tawuran antarsekolah, hingga jeratan penyalahgunaan narkoba.
“Prestasi tidak akan pernah sejalan dengan narkoba maupun kekerasan. Jadilah pelajar yang berani mengatakan tidak pada narkoba, saling menghargai sesama teman, dan menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik,” tegas Aris di hadapan para siswa.
Tak hanya proteksi dari ancaman fisik, edukasi juga menyasar pola perilaku siswa dalam berinteraksi di ruang siber. Dalam sesi bertajuk “Jagoan HP, Bukan Budak HP: Cerdas Digital, Kuat Karakter”, Regina Nila Puspitaningtyas dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemalang mengajak para pelajar untuk memegang kendali atas gawai yang mereka miliki.
Penggunaan teknologi, menurutnya, harus melahirkan karya dan prestasi, bukan justru menyeret anak muda ke dalam jebakan hoaks, penipuan digital, atau kecanduan media sosial.
“Handphone adalah sarana belajar, berkarya, dan berkomunikasi. Jadilah pengguna teknologi yang cerdas, bukan menjadi budak teknologi. Bijak bermedia digital adalah bagian dari membangun karakter generasi masa depan,” papar Tyas.
Pesan penguatan karakter ini makin kukuh dengan pemaparan dari Bakesbangpol Kabupaten Pemalang, R. Bambang Murdiyoko, yang mengingatkan bahwa usia SMP merupakan “masa emas” bagi generasi muda untuk memupuk cinta tanah air dan integritas moral.
Sikap antusias terlihat sepanjang acara ketika para siswa berebut mengajukan pertanyaan dan menjawab kuis yang disiapkan panitia. Pemberian apresiasi dan reward bagi siswa yang aktif menambah keceriaan serta semangat para peserta dalam menyerap setiap materi yang disampaikan.
Pihak sekolah melalui Wakil Kepala SMPN 5 Comal, Rasimi, serta panitia penyelenggara berharap pesan-pesan moral dan edukasi praktis yang disampaikan mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah preventif ini diharapkan melahirkan generasi penerus di Kabupaten Pemalang yang sehat secara fisik, santun dalam pergaulan, serta bijak berteknologi.


















