PEMALANG — Penerapan teknologi dan pendorongan modernisasi di sektor pertanian mulai dirasakan manfaatnya secara langsung oleh para petani di Kabupaten Pemalang. Masuknya bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dinilai mampu memotong biaya produksi sekaligus mencegah potensi kerugian akibat keterlambatan panen.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan bahwa wilayah Pantura seperti Pemalang membutuhkan penanganan sarana pertanian yang responsif. Melalui peta infrastruktur lahan dan sistem pertanian modern, pemerintah mendistribusikan bantuan yang menyasar langsung kebutuhan kelompok tani.
Manfaat nyata dari intervensi teknologi ini diakui oleh para pelaku usaha tani di lapangan. Ketua Kelompok Tani Sri Berkah 1 Tegalmlati, Kecamatan Petarukan, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan mesin pemanen otomatis (combine harvester).
“Sebelum ada bantuan mesin ini, kami sering kali harus menyewa dari wilayah lain. Keterlambatan datangnya mesin di musim tanam pertama sering membuat panen tertunda dan berdampak pada penurunan harga jual gabah,” jelasnya.
Dengan adanya alokasi alsintan mandiri—termasuk bantuan pompa air, traktor, dan sprayer dari pemerintah pada tahun 2026—proses pengelolaan lahan hingga panen kini berlangsung jauh lebih cepat, efisien, dan memberikan nilai tambah pada pendapatan petani lokal.


















