Deskripsi gambar
Berita  

Lokalisasi Calam’ Depan Terminal Induk Pemalang Masih Bandel Beroperasi, Publik Desak Satpol PP dan Pemkab Pemalang Tindak Tegas

IMG 20260203 WA0014
banner 120x600
banner 468x60

‘Lokalisasi Calam’ Depan Terminal Induk Pemalang Masih Bandel Beroperasi, Publik Desak Satpol PP dan Pemkab Pemalang Tindak Tegas

RadarsindoPemalang.com –

banner 325x300

Pemalang – Jawa Tengah – Diduga ‘Lokalisasi Calam’ di depan Terminal Induk Pemalang masih bandel beroperasi secara terang-terangan, walaupun sudah seringkali dilakukan razia penyakit masyarakat oleh Satuan Polisi Pamong Praja. Berdasarkan dari informasi laporan dari warga sekitar lokasi menyebutkan, bahwa ‘Lokalisasi Calam’ diduga tidak hanya menjual minuman beralkohol (mihol), tetapi juga menyediakan tempat karaoke dan esek-esek.

Warga sangat mengkhawatirkan keberadaan ‘Lokalisasi Calam’ ini, karena dapat membahayakan keselamatan dan moral masyarakat, terutama anak-anak dan remaja. “Kami sangat khawatir dengan keberadaan lokalisasi ini. Kami minta Satpol PP dan Pemkab Pemalang untuk segera menindak tegas dan menghentikan operasi lokalisasi ini,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Senin 2 Februari 2026.

Para pelaku usaha di ‘Lokalisasi Calam’ terkesan membandel atau dengan kata lain main kucing – kucingan dengan petugas penegak peraturan daerah. Karena sampai saat ini, dari pantauan awak media, aktivitas di ‘Lokalisasi Calam’ masih ramai, seakan tak ada jera walaupun sudah seringkali terjaring razia.

“Para pelaku usaha warung ‘remang-remang’ berkedok warung kopi kok gak kapok alias gak jera. Padahal sering terjaring razia sama Satpol PP. Dari informasi masyarakat, sejumlah warung di ‘Lokalisasi Calam’ masih banyak yang buka,” ungkap warga lainnya.

Lokalisasi Calam ini diduga telah beroperasi secara terang-terangan, dengan menjual minuman keras, menyediakan tempat karaoke, dan esek-esek. Warga meminta Satpol PP Kabupaten Pemalang untuk segera melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap lokalisasi ini.

Pemkab Pemalang juga diminta untuk tidak diam saja dan segera mengambil tindakan untuk menghentikan operasi lokalisasi ini. Warga berharap agar pemerintah dapat menjaga keselamatan dan moral masyarakat.

banner 325x300
Editor: Suhermo GWI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *