PEMALANG – Suasana Alun-Alun Kabupaten Pemalang mendadak riuh dan penuh warna pada Kamis (23/7/2026). Ribuan pelajar dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK tumpah ruah memeriahkan Festival Sayang Anak, sebuah gelaran yang menjadi puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Pemalang.
Tidak sekadar acara seremonial, festival yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi Anak, Bangun Masa Depan” ini menyuguhkan kolaborasi unik antara permainan tradisional, atraksi seni budaya lokal, hingga komitmen nyata pemenuhan hak-hak anak.
Kehangatan acara sudah terasa sebelum pembukaan resmi dimulai. Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama Sekretaris Daerah Bagus Sutopo, Wakil Ketua DPRD Aris Ismail, dan para siswa SDN 01 Pelutan tampak asyik menjajal permainan tradisional egrang. Gelak tawa pecah saat para pejabat daerah tersebut berbaur tanpa sekat bersama anak-anak.
Di sudut lain alun-alun, Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang dr. Noor Faizah Maenofie bersama siswa SDN 02 Kebondalem tak kalah heboh meramaikan suasana lewat permainan bakiak panjang. Aksi kebersamaan ini menjadi simbol bahwa mendampingi dan menyayangi anak bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang penuh kegembiraan.
Puncak kemeriahan festival makin terasa saat panggung seni menampilkan beragam bakat dari pelajar Pemalang. Suara tabuhan gamelan yang harmonis dibawakan dengan apik oleh tim karawitan SDN 01 Penggarit.
Dua di antara penampil karawitan, Nayla dan Aldi, mengaku sangat senang dan bangga bisa tampil langsung di hadapan Bupati dan ribuan masyarakat.
“Senang banget bisa tampil di sini. Harapannya teman-teman lain juga tetap semangat belajar dan terus melestarikan seni karawitan,” ujar Nayla penuh semangat.
Selain karawitan, penonton juga disuguhkan berbagai pertunjukan memukau lainnya, seperti doa-doa santri dari PAUD Al-Qur’an Ash Shiddiq Beji, Tari Brendung Cinguwin dari SDN 03 Pendowo, Tari Sibar-bar dari SDN 02 Karangtengah, aksi pantomim jenaka dari SDN 05 Petarukan, mini drama oleh Forum Anak Kabupaten Pemalang, hingga tari kreasi modern dari SMPN 02 Pemalang.
Tak ketinggalan, sekitar 3.000 peserta turut memadati lapangan untuk memperagakan Senam Massal Anak Indonesia Hebat secara serentak.
Di balik kemeriahan tersebut, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menegaskan bahwa Hari Anak Nasional harus menjadi momentum bersama untuk memperkuat komitmen perlindungan anak dari berbagai tantangan zaman, termasuk dampak negatif teknologi, kekerasan, hingga diskriminasi.
“Anak-anak merupakan amanah dan tunas bangsa. Sudah menjadi kewajiban negara, pemerintah, keluarga, dan masyarakat untuk memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, kuat, berkarakter serta berprestasi,” tegas Bupati Anom dalam sambutannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial KBPP Kabupaten Pemalang, Mu’minun, menjelaskan bahwa festival ini juga membawa misi penting lewat subtema “Stop Perkawinan Anak, Biarkan Aku Tumbuh dan Meraih Impian.”
Selain mengukuhkan Forum Anak Kabupaten Pemalang dan menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah secara simbolis, Pemkab Pemalang juga memberikan kejutan khusus berupa potongan harga di restoran, transportasi publik gratis, serta diskon tiket masuk tempat wisata bagi anak di bawah usia 18 tahun selama periode peringatan HAN.


















