PEMALANG — Duka mendalam menyelimuti keluarga MH (Mhaq), pelajar yang menjadi korban dugaan perundungan di Kelurahan Kebondalem, Pemalang. Ibu korban, Diah Indriyanti (36), menceritakan penderitaan luar biasa yang dialami sang anak sebelum akhirnya meninggal dunia.
Diah menceritakan bahwa putranya sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama sembilan hari. Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban mengaku mendapatkan tindak kekerasan di area vital tubuhnya.
“Setelah diperiksa oleh tim medis, anak saya baru mengaku kalau perutnya dipukul dan ditendang menggunakan sepatu,” tutur Diah saat ditemui di rumah duka.
Selama dirawat di rumah sakit, kondisi fisik MH terus merosot drastis. Diah mengungkapkan bahwa anaknya terus menangis kesakitan setiap kali tubuhnya digerakkan. Korban juga mengalami berbagai kendala kesehatan serius, seperti muntah-muntah, buang air besar (BAB) berdarah, kehilangan nafsu makan, hingga kesulitan buang air.
Kini, jenazah korban tengah dijalani proses autopsi oleh pihak berwenang untuk memastikan sebab kematian. Penanganan kasus dugaan bullying ini telah diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum.


















