PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Melalui gelaran Pasar Murah dalam rangka Pengendalian Inflasi Daerah dan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H, Pemkab menyasar desa-desa strategis untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Acara yang dipusatkan di Balai Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Rabu (25/2/2026) tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian operasi pasar di empat lokasi, yakni Desa Clekatakan, Tundagan, Bulakan, dan Serang, yang akan dipuncaki di Pendopo Kabupaten pada 12 Maret mendatang.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menegaskan bahwa pasar murah ini bukan sekadar seremoni musiman. Menurutnya, kegiatan ini merupakan instrumen penting dalam pemantauan inflasi yang diawasi langsung oleh Pemerintah Pusat.
“Inflasi ini menjadi atensi Pemerintah Pusat dan Kementerian Keuangan. Bahkan kegiatan seperti ini terpantau sampai ke Kementerian Dalam Negeri. Jadi pasar murah ini bukan sekadar kegiatan biasa, tetapi bagian dari upaya nasional dalam mengendalikan inflasi sampai level desa,” ujar Anom di sela-sela peninjauan stan.
Bupati menambahkan bahwa keberhasilan mengelola inflasi adalah tolok ukur kinerja pemerintah daerah dalam menjaga perekonomian dan kesejahteraan warga.
Pasar murah kali ini melibatkan kolaborasi masif antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, BUMN, hingga TP. PKK Kabupaten Pemalang. Fokus utamanya adalah masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 (masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah).
Ketua TP. PKK Kabupaten Pemalang, Noor Faizah Maenofie, menjelaskan bahwa pihaknya berfokus pada penyediaan kebutuhan pelengkap Lebaran.
“Dari OPD dan BUMD lebih banyak bahan pokok, sementara dari PKK kami menyediakan kue dan sirup. Kami prioritaskan partisipasi ini terutama untuk desa-desa dengan kategori kemiskinan ekstrem,” terang Nofie.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskumdag) Pemalang, Rosi Kartika Dewi, merinci bantuan yang disalurkan meliputi:
Diskumdag: 700 paket sembako (3 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir).
Dinas Pertanian: Beras SPHP 5 kg dan telur ayam subsidi.
BUMD: Paket sembako seharga Rp 57.000 (beras 2,5 kg, mie instan, gula, dan minyak).
Layanan Tambahan: Administrasi kependudukan (Disdukcapil) dan pemeriksaan kesehatan gratis (Dinas Kesehatan).
Antusiasme warga terlihat dari antrean yang tertib. Aliyah, warga Dusun Sarwodadi, mengaku sangat terbantu dengan potongan harga yang mencapai setengah dari harga pasar.
“Harganya murah, bisa sampai potongan 50% dari harga normal. Sangat membantu masyarakat, semoga tahun depan bisa lebih banyak paket lagi,” ungkapnya penuh harap.
Kegiatan ini didanai oleh APBD Tahun 2026 serta dukungan pihak sponsor sebagai wujud gotong royong dalam menghadapi tekanan ekonomi menjelang hari raya.
Langsung ke konten

















