Tata Alun-Alun Moga Jadi Ikon Kebanggaan, Camat dan Pengelola Kumpulkan Ratusan Pelaku UMKM
radarsindoPemalang.com – PEMALANG – Pemerintah Kecamatan Moga bergerak cepat untuk menata sekaligus mempercantik kawasan Alun-Alun Moga. Langkah ini diawali dengan menggelar kegiatan sosialisasi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sehari-hari berdagang di ikon warga Moga tersebut.
Acara yang diinisiasi langsung oleh Camat Moga bersama Pengelola Alun-Alun Moga ini berlangsung di Pendopo Kecamatan Moga pada Rabu (24/6/2026). Sebanyak 120 pelaku UMKM hadir dalam kegiatan tersebut guna menyamakan persepsi terkait tata tertib pemanfaatan ruang publik.
Dalam paparannya, Camat Moga, Drajat, S.Hut, MM., menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, Alun-Alun Moga bukan hanya tempat mencari rezeki, tetapi juga wajah dari kecintaan masyarakat terhadap daerahnya.
”Kami meminta para pelaku UMKM dan pengunjung untuk sama-sama menjaga kebersihan. Tolong aset yang ada dijaga, dan jangan ada aksi vandalisme seperti mencoret-coret tembok di area alun-alun,” tegas Drajat.
Selain masalah kebersihan, Drajat juga memberikan peringatan keras terkait status kepemilikan tempat berdagang. Ia menegaskan bahwa seluruh lapak yang ada di alun-alun tidak boleh diperjualbelikan atau dipindah-tangankan secara ilegal.
Bak gayung bersambut, imbauan dari Camat Moga mendapat dukungan penuh dari pihak pengelola. Pengelola Alun-Alun Moga, Gus Haris Jayantaka, mengapresiasi langkah tegas dan edukatif yang diambil oleh pihak kecamatan.
Gus Haris berharap seluruh instruksi yang telah disampaikan dapat dipatuhi dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh para pedagang. Pasalnya, Alun-Alun Moga saat ini telah bertransformasi menjadi magnet ekonomi dan hiburan bagi warga Kecamatan Moga serta sekitarnya.
”Mari kita semua ciptakan Alun-Alun Moga ini menjadi kebanggaan bersama. Kita harus menjaga dengan sepenuh hati,” ujar Gus Haris.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan dan fasilitas yang ada di alun-alun saat ini merupakan hasil dari kontribusi bersama.
”Perlu diingat, aset ini dibiayai dari swadaya masyarakat dan sumbangsih para donatur. Mari kita buktikan bahwa kita bisa amanah dalam menjaga apa yang sudah dititipkan kepada kita semua,” pungkasnya.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah kecamatan, pengelola, dan para pedagang dapat terus berjalan harmonis, sehingga perputaran ekonomi UMKM tetap bergeliat tanpa mengorbankan keindahan dan ketertiban fasilitas publik.
Langsung ke konten


















