DMI Pemalang Didorong Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi dan Mitra Strategis Pembangunan Daerah

WhatsApp Image 2026 08 09 at 22.50.50
banner 120x600
banner 468x60

PEMALANG – Pelantikan Pengurus Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Pemalang Masa Bakti 2025–2030 tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepengurusan organisasi. Momentum pengukuhan yang berlangsung pada Rabu (22/07/2026) di Gedung Sasana Bhakti Praja ini menegaskan arah baru peran masjid: tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual, melainkan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat dan mitra strategis pemerintah daerah.

Pengukuhan yang dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah DMI Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Zainal Fatah, dan disaksikan oleh Sekda Kabupaten Pemalang Bagus Sutopo, menandai dimulainya komitmen besar tersebut.

Dalam arahannya, Ketua PW DMI Jawa Tengah, Dr. H. Zainal Fatah, menekankan pentingnya meredefinisi fungsi masjid di era modern. Pengelolaan masjid yang profesional dan adaptif dinilai menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki umat.

“Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat melalui pembentukan koperasi masjid, kepedulian terhadap warga sekitar, serta kolaborasi dengan berbagai perangkat daerah,” ujar Zainal Fatah.

Untuk menunjang gagasan tersebut, DMI telah menyiapkan sejumlah langkah prioritas, di antaranya:

  • Penguatan Ekonomi Umat: Pembentukan koperasi berbasis masjid guna menggerakkan roda perekonomian warga di sekitar lingkungan masjid.

  • Modernisasi & Digitalisasi: Penerapan digitalisasi administrasi organisasi serta perbaikan kualitas sistem akustik (tata suara) masjid.

  • Peningkatan Kapasitas SDM: Pelatihan pengelolaan manajemen dan studi banding bagi para pengurus serta takmir masjid.

  • Legalisasi Aset: Mendorong sertifikasi tanah wakaf agar memiliki kepastian hukum yang jelas dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

  • Masjid Ramah Lingkungan dan Jamaah: Mewujudkan fasilitas masjid yang bersih, hijau, ramah jamaah, hingga ramah bagi pemudik.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pemalang menyambut baik potensi jaringan DMI yang menjangkau hingga tingkat desa. Dalam sambutan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang dibacakan oleh Sekda Bagus Sutopo, DMI dinilai memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung jalannya roda pembangunan daerah.

Di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah, kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat—termasuk organisasi berbasis keagamaan—sangat dibutuhkan agar program-program prioritas, seperti pelayanan kesehatan dan pembangunan infrastruktur, tetap dapat berjalan optimal.

Selain mendukung pembangunan fiskal dan fisik daerah, DMI juga diharapkan mampu menjalankan peran sosialnya:

  1. Jembatan Komunikasi: Menjadi penyambung aspirasi dan informasi antara masyarakat di tingkat akar rumput dengan pemerintah daerah.

  2. Perekat Sosial: Menghilangkan sekat-sekat perbedaan di lingkungan masjid dan merawat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Pemalang.

Melalui kepengurusan periode 2025–2030 ini, PD DMI Kabupaten Pemalang diharapkan mampu membuktikan bahwa tata kelola masjid yang modern dan berorientasi pada kesejahteraan umat dapat memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah secara keseluruhan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *