PEMALANG – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 di Kabupaten Pemalang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik infrastruktur semata. Lewat sinergi manunggal TNI, Pemerintah Daerah, dan elemen masyarakat, program ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat edukasi publik, meningkatkan kualitas kesehatan, serta menanggulangi krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah desa.
Upacara pembukaan yang resmi digelar pada Rabu (15/7/2026) di Lapangan Tumanggal, Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, menjadi awal dari aksi gotong royong selama 30 hari penuh hingga 13 Agustus 2026 mendatang. Bertindak memimpin upacara, Wakil Bupati Pemalang Nurkholes menyampaikan amanat Bupati yang menekankan bahwa pembangunan nonfisik merupakan modal utama dalam membangun karakter, ketahanan sosial, serta kualitas sumber daya manusia (SDM) di pedesaan.
Sebagai aksi nyata kepedulian sosial, dalam rangkaian upacara pembukaan TMMD diserahkan bantuan sarana penampungan air bersih berupa tandon air bagi desa-desa yang terdampak kekeringan. Bantuan ini diserahkan langsung oleh jajaran Forkopimda Pemalang:
Desa Gombong: Bantuan diserahkan oleh Wakil Bupati Pemalang Nurkholes.
Desa Belik: Bantuan diserahkan oleh Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Edy Wibowo.
Desa Pagenteran: Bantuan diserahkan oleh Kapolres Pemalang.
Desa Pulosari: Bantuan diserahkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pemalang.
Desa Siremeng: Bantuan diserahkan oleh PMI Kabupaten Pemalang.
Bantuan tandon air ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan air warga desa dalam menghadapi musim kemarau dan kekeringan di wilayah Moga, Pulosari, Belik, dan sekitarnya.
Pasiter Kodim 0711/Pemalang Kapten Arm Eko Budiharjo melaporkan bahwa dalam TMMD kali ini, diterjunkan 20 personel tim asistensi dan penyuluh untuk memberikan berbagai program edukasi dan sosialisasi kepada warga desa.
Materi kegiatan nonfisik ini dirancang komprehensif mencakup pelbagai sektor vital:
Wawasan Kebangsaan & Hukum: Penyuluhan bela negara, kesadaran hukum, kamtibmas, pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta sosialisasi penerimaan prajurit TNI.
Kesehatan & Kesejahteraan Keluarga: Pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis dan sosialisasi pencegahan stunting bagi balita.
Perlindungan Sosial & Edukasi: Sosialisasi Undang-Undang Perkawinan serta advokasi pencegahan perundungan (anti-bullying) di kalangan anak dan remaja.
Lingkungan & Ekonomi Desa: Penyuluhan pengelolaan sampah rumah tangga, mitigasi bencana alam, serta pendampingan produktivitas sektor pertanian.
Sinergi antara pembangunan fisik (jalan rabat beton) dan kegiatan nonfisik ini diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membentengi masyarakat dari ancaman paham radikalisme, terorisme, intoleransi, serta potensi konflik sosial.
Pelaksanaan TMMD Sengkuyung III 2026 ini didukung penuh oleh alokasi Bantuan Keuangan Pemkab Pemalang sebesar Rp145 juta, dukungan APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp246 juta, serta melibatkan total 155 personel gabungan TNI, Polri, tim penyuluh, dan 60 warga masyarakat desa.






















