Perkuat Ketahanan Pangan, Pemalang Dorong Penerapan Smart Village Melalui Sapa Ikhlas

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemalang Dorong Penerapan Smart Village Melalui Sapa Ikhlas
banner 120x600
banner 468x60

PEMALANG — Pemerintah Kabupaten Pemalang terus mengakselerasi transformasi digital di tingkat pedesaan guna memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah strategis ini diwujudkan melalui peresmian sistem inovatif Sapa Ikhlas (Sistem Analitik Data Pangan/Satu Data Pangan untuk Pemalang Bercahaya) oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama Wakil Bupati Nurkholes dan jajaran Forkopimda di Pendopo Kabupaten Pemalang pada Minggu (12/7/2026).

Peluncuran Sapa Ikhlas tidak sekadar menjadi ajang peresmian aplikasi baru, melainkan fondasi utama menuju tata kelola pemerintahan desa berbasis data modern atau Smart Village.

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menjelaskan bahwa pengelolaan sektor pertanian yang efektif membutuhkan keterbukaan dan keakuratan data. Kehadiran Sapa Ikhlas memungkinkan integrasi data pangan secara real-time, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

“Tujuan launching Sapa Ikhlas adalah untuk mengakurasi data, terutama data pertanian secara digitalisasi sehingga kita memiliki data yang real-time. Ke depan, Sapa Ikhlas akan kita kembangkan tidak hanya di bidang pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan Smart Village di Kabupaten Pemalang,” ujar Anom dalam pengarahannya.

Penerapan Smart Village berbasis data ini diharapkan mampu mendukung pengambilan kebijakan publik yang presisi, seperti penetapan kuota pupuk, penyaluran bibit unggul, hingga pemetaan wilayah rawan kekeringan.

Kabupaten Pemalang saat ini memiliki modal sosial dan ekonomi yang kuat di bidang agraris, ditandai dengan pencapaian surplus produksi padi yang melebihi 50 ribu ton. Lewat Sapa Ikhlas, potensi besar ini akan terus dioptimalkan agar ketahanan pangan daerah tetap stabil dalam jangka panjang.

Sebagai langkah antisipasi terhadap tantangan iklim dan musim kemarau, Pemkab Pemalang telah menyiapkan serangkaian strategi tindak lanjut berbasis data:

  • Distribusi Tepat Sasaran: Memastikan penyaluran benih varietas unggul dan pupuk berbasis analitik data lahan.

  • Infrastruktur Air: Penguatan sarana irigasi serta pengoptimalan sistem pompanisasi di daerah-daerah rawan pasokan air.

  • Pendataan Real-Time: Memantau dinamika luas tanam dan potensi panen secara berkala dari seluruh desa.

Peresmian Sapa Ikhlas dikemas secara inklusif dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Rangkaian kegiatan dimulai dengan senam bersama, fun games, pertunjukan tari tradisional, serta pementasan wayang kulit oleh dalang cilik Ki Narendra Hang Ehsan sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.

Suasana kebersamaan semakin meriah saat jajaran pemerintah daerah dan masyarakat menggelar nonton bareng (nobar) perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Swiss, yang berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Argentina melalui babak perpanjangan waktu. Acara diakhiri dengan hiburan tembang kenangan dan pembagian doorprize.

Melalui integrasi program Sapa Ikhlas dan konsep Smart Village, Kabupaten Pemalang optimistis dapat membentengi ketahanan pangan daerah sekaligus mempercepat kemandirian desa berbasis teknologi informasi.

Video cuplikan pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss ini sangat relevan karena menjadi salah satu agenda utama yang memeriahkan rangkaian acara peluncuran Sapa Ikhlas bersama masyarakat Pemalang.

banner 325x300
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *