Deskripsi gambar

Hidupkan Jati Diri Bangsa, 200 Penari Lintas Sanggar Unjuk Gigi di Hari Tari Sedunia 2026 Pemalang

Penari Lintas Sanggar
banner 120x600
banner 468x60

PEMALANG – Pesisir Pantai Widuri mendadak semarak oleh riuh rendah bunyi gamelan dan warna-warni selendang yang mengibas udara. Jumat pagi (8/5/2026), halaman Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pemalang menjadi saksi bisu berkumpulnya ratusan maestro muda dalam peringatan Hari Tari Sedunia Tahun 2026.

Sebanyak 200 penari dari 14 sanggar seni lokal unjuk gigi dalam sebuah pertunjukan kolosal. Puncaknya, aksi flashmob tarian nusantara berhasil memukau ratusan pasang mata masyarakat yang memadati kawasan wisata andalan Pemalang tersebut. Suasana kian pecah saat Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, ikut turun ke lapangan, berbaur dan menyelaraskan gerakannya dengan para penari.

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menegaskan bahwa esensi dari peringatan Hari Tari Sedunia bukanlah panggung seremonial belaka. Di tengah gempuran tren global yang mendominasi generasi muda, seni tari tradisional dinilai sebagai jangkar yang menjaga kepribadian bangsa agar tidak hanyut tergerus zaman.

“Teman-teman penari ini bukan hanya tampil, tetapi juga sedang menjaga jati diri budaya dan kekerabatan kita. Jangan lelah berlatih dan terus lestarikan kebudayaan,” ujar Anom memberikan suntikan semangat kepada para peserta.

Meskipun secara internasional Hari Tari Sedunia jatuh pada tanggal 29 April, keterlambatan pelaksanaan di Pemalang sama sekali tidak menyurutkan api antusiasme. Bupati Anom justru melihat potensi besar dari geliat sanggar seni yang terus aktif berkarya secara mandiri. Ke depan, ia menargetkan agar seni tari tidak lagi eksklusif di panggung formal pemerintahan, melainkan lebih membumi di ruang publik terbuka.

“Saya ingin suatu saat sanggar-sanggar tari bisa tampil di Pantai Widuri, City Walk, maupun ruang terbuka lainnya. Ini bagian dari ekspresi dan kecintaan kita terhadap budaya bangsa,” tambahnya optimis.

Konsep peringatan tahun ini memang dirancang berbeda dan lebih segar. Kepala Disparbud Kabupaten Pemalang, Fera Djokosusanto, menjelaskan bahwa salah satu misi utama kegiatan ini adalah mendorong para penari untuk mengeksplorasi kreativitas seni yang berbasis lingkungan (eco-art).

Rangkaian acara disusun mengalir dan atraktif. Tidak hanya diam di satu tempat, para penari melakukan eksplorasi gerak langsung di tepi pasir pantai, dilanjutkan dengan kirab budaya menuju pendopo, aksi flashmob massal, hingga ditutup dengan unjuk koreografi orisinal dari masing-masing sanggar seni yang terlibat.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni tari, mempererat silaturahmi antar-sanggar tari, serta mendorong kreativitas penari dalam mengeksplorasi seni tari berbasis lingkungan,” papar Fera.

Kemeriahan pesta budaya ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran pembuat kebijakan daerah. Tampak hadir di lokasi acara di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra Tutuko Raharjo, Kepala Bakesbangpol Joko Ngatmo, serta Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang Noor Faizah Maenofie, yang semuanya memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para generasi muda Pemalang dalam merawat warisan leluhur.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *