Deskripsi gambar

Antisipasi Risiko Bencana, Pelajar SMP di Kecamatan Pulosari Dilatih Mitigasi Mandiri

banner 120x600
banner 468x60

PEMALANG – Langkah strategis untuk menanamkan kesadaran tanggap darurat sejak dini terus digencarkan di wilayah rawan. Kementerian Sosial RI bekerja sama dengan Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang menyelenggarakan pelatihan gabungan Kampung Siaga Bencana (KSB) serta program Tagana Masuk Sekolah (TMS) di Kecamatan Pulosari, Pemalang, Sabtu (16/05/2026).

Selain berpusat di Balai Desa Penakir, rangkaian edukasi mitigasi ini juga menyasar sektor pendidikan, tepatnya di SMP Negeri 1 Pulosari dan SMP Negeri 2 Pulosari. Seluruh relawan Tagana lokal bersama ratusan siswa dilibatkan aktif untuk memahami mekanisme penyelamatan diri.

banner 325x300

Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibekali materi krusial mengenai manajemen kebencanaan. Hal ini mencakup teknik mitigasi dasar, prosedur penanganan situasi darurat, hingga langkah taktis meminimalkan dampak risiko bencana di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

Staf Kementerian Sosial RI, Komarudin, menerangkan bahwa program TMS ini dirancang untuk mempertebal wawasan para murid sekolah. Penguatan edukasi dipandang sebagai fondasi utama dalam sistem mitigasi terpadu.

“Kami ingin membekali adik-adik pelajar dengan pengetahuan praktis. Harapannya, mereka tahu persis apa yang harus dilakukan untuk meminimalisasi dampak negatif saat terjadi bencana alam maupun non-alam di sekitar mereka,” jelas Komarudin.

Respons positif datang dari Kepala SMP Negeri 1 Pulosari, Amin Imroni Rosyid. Ia mengakui urgensi edukasi semacam ini sangat tinggi bagi institusinya, mengingat geografis wilayah Pulosari yang berada tepat di lereng Gunung Slamet dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup diperhitungkan.

“Kegiatan ini sangat kontekstual dan berharga bagi kami. Sekolah kami berada di lereng Gunung Slamet, dan banyak siswa kami yang bertempat tinggal di zona rawan. Edukasi ini membuat anak-anak menjadi lebih paham dan siap siaga,” tutur Amin.

Meski demikian, Amin berharap program edukasi ini dapat berjalan secara simultan ke depan. Pasalnya, dari total sekitar 700 pelajar di sekolahnya, belum semuanya berkesempatan mendapatkan pelatihan langsung dalam gelombang kali ini.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *