Deskripsi gambar

Sinergi Lintas Sektoral, Bupati Anom dan Kapolres Pemalang Hadiri Doa Bersama HUT Bhayangkara

IMG 20260625 121804 scaled
banner 120x600
banner 468x60

PEMALANG – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pemalang mengikuti agenda Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Kegiatan spiritual ini diikuti secara daring melalui zoom meeting dari ruang PPKO Polres Pemalang, terkoneksi langsung dengan acara pusat di Gedung Borobudur Polda Jawa Tengah pada Kamis (25/06/2026).

Aksi religi bersama ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. Latif Usman. Acara tersebut turut melibatkan jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) beserta pemuka agama dari enam keyakinan resmi di Indonesia—Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu—sebagai representasi kokohnya pilar toleransi di wilayah Jawa Tengah.

banner 325x300

Di ruang PPKO Pemalang, tampak hadir Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana, perwakilan Kodim 0711/Pemalang, perwakilan Kejaksaan Negeri Pemalang, serta Ketua FKUB Pemalang. Kehadiran para pimpinan daerah ini mempertegas solidnya sinergi lintas sektoral dalam menjaga stabilitas keamanan dan persatuan.

Dalam pidato Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo, yang dibacakan oleh Wakapolda, ditekankan bahwa ritual doa bersama ini merupakan manifestasi rasa syukur sekaligus ikhtiar batiniah agar seluruh rangkaian perayaan HUT Bhayangkara ke-80 berjalan kondusif.

“Hari Bhayangkara hakikatnya merupakan pesta milik seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya Polri semata. Urusan keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kolektif. Melalui momentum usia ke-80 ini, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada publik secara totalitas,” bunyi pesan Kapolda Jateng.

Lebih lanjut, ditegaskan bahwa jaminan rasa aman adalah hak mendasar bagi setiap individu. Menghadapi masyarakat yang plural, potensi ancaman seperti intoleransi dan konflik sosial harus diredam dengan mengedepankan asas gotong royong serta persaudaraan.

Suasana jalannya acara berlangsung penuh khidmat ketika masing-masing pemuka agama melantunkan doa secara bergantian. Tradisi ini membuktikan bahwa keberagaman di Pemalang dan Jawa Tengah pada umumnya merupakan sebuah kekuatan besar untuk merajut harmoni demi mewujudkan masyarakat yang damai dan sejahtera.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *