Deskripsi gambar

Soroti Kesenjangan Mutu Sekolah dan IPM, Pemkab Pemalang Perkuat Fondasi Pendidikan PAUD

DSC04536 scaled
banner 120x600
banner 468x60

PEMALANG – Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, menyoroti adanya ketimpangan antara kualitas lulusan sekolah dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayahnya. Meski banyak lulusan tingkat atas asal Pemalang yang menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN), angka statistik IPM Kabupaten Pemalang secara umum dinilai masih berada di jajaran bawah untuk tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Hal tersebut diungkapkan Wabup Nurkholes saat memberikan pengarahan dalam pembukaan Sosialisasi Advokasi Kebijakan Pendidikan (1 Tahun Pra-SD) Tingkat Kabupaten Pemalang Tahun 2026 yang dihelat di The Winner Hotel Pemalang, Kamis (25/06/2026).

banner 325x300

Menurut Nurkholes, akselerasi dongkrak IPM dan mutu SDM lokal wajib diintervensi sejak usia dini melalui sistem PAUD yang terstruktur. Ia pun menaruh rasa hormat atas loyalitas para guru PAUD yang tetap totalitas mengajar dan membentuk kepribadian anak, walaupun insentif yang mereka terima saat ini tergolong masih minim.

“Pemkab Pemalang tidak akan tinggal diam. Kami berkomitmen menyusun regulasi strategis guna mendongkrak kapasitas sekaligus tingkat kesejahteraan tenaga pendidik PAUD. Langkah ini penting sebagai bagian dari cetak biru menyambut Indonesia Emas 2045,” tegas Nurkholes.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dindikpora Kabupaten Pemalang, Supa’at, menjelaskan bahwa forum ini digelar untuk menggalang visi yang sama antar-pemangku kebijakan terkait regulasi wajib belajar satu tahun prasekolah. Penyiapan mental, kognitif, emosional, serta fisik anak sebelum menginjak bangku Sekolah Dasar (SD) dinilai menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan lanjutan.

“Tujuan utamanya adalah memperluas pemerataan akses layanan. Kita ingin memastikan seluruh anak di Pemalang, tanpa terkecuali, mengantongi kesempatan yang setara untuk mengenyam pendidikan bermutu sedini mungkin,” pungkas Supa’at.

Agenda berkala ini diikuti oleh sedikitnya 114 peserta delegasi dari 14 kecamatan di Pemalang. Komponen peserta melibatkan jajaran Bunda PAUD, Koordinator Wilayah Kecamatan (KWK), Kepala TK Negeri Pembina, pengurus IGTKI-PGRI, HIMPAUDI, serta internal Dindikpora. Acara juga diperkuat paparan materi dari perwakilan DPRD Pemalang, Kodim 0711/Pemalang, serta praktisi pendidikan inklusif dari Sekolah Inklusi Agape, Benyamin Agustinus.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *