Deskripsi gambar

Atasi Banjir Rob, Pemkab Pemalang dan BPOPPJ Siapkan Danau Retensi di Kawasan Pesisir

Peta rencana pembangunan danau retensi dan pengamanan pantai di Kabupaten Pemalang oleh BPOPPJ
banner 120x600
banner 468x60

PEMALANG – Ancaman banjir rob dan penurunan muka tanah (land subsidence) yang ekstrem di wilayah pesisir Kabupaten Pemalang menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, secara resmi menggandeng Badan Otoritas Pengelola Pantura Jawa (BPOPPJ) untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur pengamanan pantai, termasuk rencana pembangunan danau retensi.

Rencana besar ini dimatangkan dalam audiensi yang berlangsung di ruang Gadri Kantor Bupati Pemalang, Senin (6/4/2026). Langkah ini merupakan respons darurat atas data teknis yang menunjukkan wilayah pesisir Pemalang telah mengalami penurunan tanah hingga 160 sentimeter sejak tahun 2017.

banner 325x300

Urgensi Penanganan: Tanah Ambles 12 Cm per Tahun

Bupati Anom mengungkapkan bahwa kondisi pesisir Pemalang saat ini dalam keadaan yang mengkhawatirkan. Laju penurunan tanah yang mencapai belasan sentimeter setiap tahunnya menjadi penyebab utama banjir rob tak kunjung usai.

“Sejak tahun 2017, penurunan tanah yang terjadi kurang lebih antara 150 cm hingga 160 cm. Jadi per tahunnya rata-rata turun sekitar 12 sentimeter,” tegas Anom di hadapan tim BPOPPJ.

Ia berharap kolaborasi ini segera membuahkan hasil nyata di lapangan. Menurutnya, pemulihan kawasan pesisir bukan sekadar urusan infrastruktur, melainkan upaya menghidupkan kembali nadi ekonomi masyarakat yang selama ini terhambat oleh genangan air laut.

Solusi Strategis: Danau Retensi dan Tanggul Hibrida

Kepala Deputi Bidang Pengelolaan Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur BPOPPJ, Agus Andriyanto, menjelaskan bahwa proyek ini adalah tindak lanjut dari instruksi Presiden untuk mengamankan kawasan Pantura. Salah satu solusi inovatif yang akan diterapkan adalah pembangunan danau retensi.

“Kami akan membangun danau retensi. Ini adalah alternatif yang paling masuk akal karena penyediaan lahan luas di darat membutuhkan biaya yang sangat besar,” jelas Agus.

Selain danau retensi, strategi pengamanan pantai akan menggunakan kombinasi teknologi:

  • Tanggul Laut: Sebagai benteng fisik utama terhadap gelombang.

  • Metode Hibrida (Hosogai): Pemanfaatan struktur khusus untuk memecah energi gelombang.

  • Nature-Based Solutions: Pendekatan berbasis alam untuk menjaga ekosistem pesisir tetap berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Pemalang dan BPOPPJ sepakat bahwa percepatan proyek ini sangat krusial mengingat nilai ekonomis kawasan Pantura yang sangat tinggi bagi konektivitas dan logistik nasional.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *