PEMALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos KBPP) bergerak cepat menangani krisis pangan akibat banjir. Sebuah dapur umum didirikan di Balai Desa Kendalrejo untuk menyuplai kebutuhan konsumsi warga terdampak, Sabtu (17/1/2026).
Langkah darurat ini diambil menyusul banjir besar yang melanda wilayah Kecamatan Ulujami, dengan dampak terparah berada di Desa Pesantren. Dapur umum tersebut ditargetkan mampu menyediakan makanan siap saji bagi sekitar 3.000 jiwa yang terdampak luapan air.
Kepala Dinsos KBPP Pemalang, Mu’minun, menyatakan bahwa pendirian dapur umum ini merupakan respons atas eskalasi banjir yang cukup signifikan di wilayah utara Pemalang tersebut.
“Kita dirikan dapur umum karena dampak banjir ini luar biasa, khususnya di Kecamatan Ulujami, khususnya di Desa Pesantren,” ujar Mu’minun saat meninjau lokasi, Sabtu siang.
Pemilihan Balai Desa Kendalrejo sebagai pusat logistik bukan tanpa alasan. Menurut Mu’minun, lokasi tersebut dinilai paling strategis dan aman dari jangkauan air, sehingga memudahkan mobilitas petugas.
“Kita memilih lokasi di Balai Desa Kendalrejo karena ini wilayah yang paling aman dan nanti ketika makanan sudah ready, dropping makanan akan lebih mudah,” tambahnya.
Dalam pengoperasiannya, Dinsos tidak bekerja sendiri. Distribusi bantuan makanan akan dikawal oleh tim relawan gabungan yang terdiri dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Palang Merah Indonesia (PMI), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang.
“Teman-teman Tagana sudah hadir, di samping PMI dan BPBD,” jelas Mu’minun mengonfirmasi kesiapan personel di lapangan.
Selain mengandalkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos), Pemkab Pemalang menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Prioritas utama saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar, terutama pangan dan kesehatan warga, tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan pendataan dan pendistribusian nasi bungkus secara bertahap ke titik-titik pengungsian maupun rumah warga yang masih bertahan di lokasi banjir.
Langsung ke konten


















